..Rasulullah SAW bersabda, "Allah ta'ala berfirman, 'Sesungguhnya Aku mewajibkan atas umatmu sholat lima (waktu). Dan Aku telah berjanji, barangsiapa menjaganya pada waktunya Aku akan memasukkannya ke dalam surga; dan barangsiapa tidak menjaganya, maka tidak ada janji dari-Ku baginya." ..
Verification: abdf3f7a1d5f830e
Results for Sejarah

Selayang Pandang Berdirinya RRI Jambi

Mei 24, 2024

SELAYANG PANDANG BERDIRINYA RRI JAMBI

Jambi, 1956.. Matahari pagi itu seakan enggan menampakkan sinarnya, cuaca mendung berlarut, namun tak juga kunjung hujan. Suasana disekitar itu memang nyaris tak memberikan gairah kehidupan. Berbagai berita dan informasi tentang situasi politik, membuat masyarakat semakin gelisah..

Keresidenan Jambi, Keresidenan Batanhari, Keresidenan Merangin, dan Keresidenan Kerinci adalah bagian dari wilayah Provinsi Sumatera Tengah beribukota di Palembang.. Secara menyeluruh situasi keamanan Sumatera dianggap tidak kondusif, karena adanya pemberontakan PRRI yang berpusat di Sumatera Barat..

Ketika itu, informasi dan berita menjadi sangat penting, terutama demi menenangkan rakyat dari berbagai kekhawatiran serta meyakinkan bahwa situasi dapat dikendalikan..

Maka, 1956 lahirlah Radio Jambi.. Merupakan pilihan ideal yang diambil oleh Penguasa Perang di Jambi saat itu.. Radio Jambi menyampaikan informasi dengan cepat dan meluas hingga ke seluruh keresidengan; Jambi, Batanghari, Merangin, dan Kerinci.. Radio Jambi menjadi pemeran penting dalam mengendalikan informasi dan strategi keamanan kala itu.

Sebagai perintis berdirinya RRI-Jambi, dengan deretan penyiar, reporter, dan peliput berita :

H. Asri Rasyid, Rosdani Tayeb, Siti Nurmala, Zalni AS, Hatib Barmawi, Nurlini, A. Razak, Ismail, Saleh Basyar, M. Basyir Manan, M.T. Fahrudin dan Raden Yancik..

Tentu saja, bagi mereka merupakan tugas berharga sekaligus pengalaman baru dalam dunia radio, diungkapkan oleh H. Asri Rasyid;

Komunikasi langsung dan cepat ke daerah-daerah di Jambi waktu itu ada namanya Radio Televoni. Bagian dari Pos dan Telegrap kalau sekarang terpisah. Waktu itu belum propinsi masih KARASIDENAN. Radio televoni ini pemancar studionya ada dibelakang kantor pos, bekas kantor kotamadya disitulah dulu studio radio Jambi. Sedangkan kantor redaksinya itu sekarang ini didepan Mandala diatasnya ada asrama polisi dibawahnya itu ada satu rumah yang digunakan untuk kantor redaksi. Radio Jambi beroperasi mulai jam 6 sampai jam 8 malam, sedangkan para petugasnya sebagian besar dari jawatan penerangan kabupaten. Tahun 1957 propinsi nya terbentuk, tahun 1959 menteri Penerangan mengeluarkan Surat Keputusan Membentuk RRI Jambi.

RADIO ONLINE RADIO REPUBLIK INDONESIA


RADIO ONLINE RADIO REPUBLIK INDONESIA



PRO.1 JAMBI

Radio Jambi berlokasi dikawasan kampung Enclek samping asrama Polisi sekitar Kelurahan Rajawali Kec. Pasar Jambi. Menempati sebuah bangunan rumah lama, dengan menggunakan pemancar PTT POS, TELEGRAP, dan TELEPON berkekuatan 300 Watt gelombang 120 meter, hanya mengudara 2 jam dalam sehari semalam; pukul 18.00 s/d 20.00 WIB.

Penanggung jawab keamanan studio Radio Jambi dikuasai Letnan II Samsudin Uban, yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Jambi.

Pemberontakan PRRI pimpinan Kolonel Ahmad Husen saat itu sangat berpengaruh terhadap Propinsi Jambi yang baru saja didirikan. Radio Jambi menjadi guna menyampaikan berita kepada rakyat Jambi. Ketika itu pemberontakan PRRI sudah mendesak ke wilayah Bangko, tahun 1958.

Waktu berjalan tanpa terasa, perkembangan situasi dan berbagai pembangunan sangat menjadi perhatian RRI Jambi guna diberitakan kepada masyarakat luas, demikian pula sebaliknya, masyarakat semakin antusias untuk mendengar apa yang diberitakan RRI Jambi.

Sejak Provinsi Jambi terbentuk 6 Januari 1957 turut pula dibentuk Badan Persiapan Radio yang diketuai oleh R. Sumardi, PS. Dan selanjutnya pada tanggal 24 Agustus 1959 dikeluarkan SK Menteri Penerangan tentang berdirinya RRI Jambi.

Tentu saja, secara otomatis, setelah berdirinya RRI Jambi pada tahun 1960 maka Radio Jambi pun berakhir dengan kata lain berganti nama menjadi Radio Republik Indonesia Jambi

RRI Jambi menempati bangunan rumah pemberian Walikota Jambi Raden Sudarsono, di Murni dengan pemancar MW, 300 Watt yang dirakit. Namun demikian meski dengan peralatan masih sederhana, RRI-Jambi harus tetap berperan optimal demi kepentingan pemerintah saat itu..

Tahun 1962 pemancar berkekuatan 1 kilo-watt buatan Amerika dengan merek RCA telah terpasang untuk RRI Jambi didirikan di Sipin. Pemancar ini tentu saja dapat memperluas daya siar cukup luas, dan penyiaran pun dapat terselenggara sejak pagi hingga malam di bawah pimpinan Muhammad Nurdin Supomo menjabat sebagai kepala Stasiun RRI Jambi.

Muhammad Nurdin Supomo bertugas sejak 1960 sampai dengan 1966. Beliau dimutasi dari RRI Palembang dengan mengandalkan 20 karyawan RRI. Saat itu, Muhammad Nurdin Supomo yakin RRI Jambi bisa berdiri dan berjaya dengan sederetan penyiar yang handal saat itu diantaranya :

1.         Sulaini Majid /Kidu

2.         M. Yasid

3.         Jas Budaya

4.         Rohaya

5.         Udin Tayib

6.         Alinus

7.         Samsul Muin Harahap

8.         Dan Aceng

Setelah setahun dilantik menjadi kepala RRI Jambi Muhammad Nurdin Supomo mendirikan bangunan di Sipin untuk menempatkan pemancar berkekuatan 1 kilowatt gelombang 89 meter. Dua tahun kemudian 1963 MN. Supomo mendirikan gedung di tempat yang sama yang diresmikan oleh Menteri Penerangan Akagani.

Dalam upaya meningkatkan daya jangkau RRI Jambi dan memberi terobosan baru pada tahun 1964 MN. Supomo mendatangkan pemancar yang lebih besar dengan kekuatan 7,5 kilowatt sehingga daya pancar siar RRI Jambi sudah dapat didengar hingga ke pelosok desa di Provinsi Jambi. Ketika itu terjadi Konfrontasi dengan negara Malaya yang sekarang Malaysia RRI Jambi telah meracik acara Muhibah Ke Tanah Melayu dan Genta Suara Dari Langit, siaran RRI Jambi dapat didengar di sebagian negara Asia Tenggara hingga ke Benua Eropa.

Muhammad Nurdin Supomo kemudian menata paket siaran yang sesuai dengan kondisi daerah Jambi kala itu, dengan 8 jam siaran setiap hari. Sedangkan setiap hari libur jam siaran ditambah menjadi 13 jam.

Pada bulan September 1965 terjadi peristiwa berdarah yang dikenal dengan Penghianatan G-30.S PKI di ibukota negara RI

RRI Jambi telah ambil bagian dan turut serta dalam memberikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat pendengar mengenai situasi musibah yang menimpa bangsa Indonesia yang tercinta ini.

Selama 6 tahun kepemimpinannya beliau telah mendarmabaktikan dirinya dan telah memberikan yang terbaik kepada RRI Jambi pada tahun 1966 beliau dipindahkan ke Jakarta. Kemudian muncullah orang kedua Baktiar Efendi, beliau sebelumnya kepala Bidang RRI Medan.

Satu tahun kemudian beliau dipindahkan ke RRI Purwokerto. Posisi kepala RRI Jambi selanjutnya dijabat oleh Azil Aswar sebagai kepala RRI Jambi yang ke-3 memangku jabatan dari tahun 1967 hingga tahun 1975. Beliau sebelumnya mantan Kasi siaran RRI Padang. Beliau juga banyak memberikan andil untuk pembangunan RRI Jambi diantaranya pada tahun 1975 RRI Jambi yang beralamat di jalan Sultan Agung. Murni dipindahkan ke jalan Ahmad Yani No. 5 Telanai Pura dengan luas lokasi 1 hektar pemberian Gubernur Jambi Raden Muhammad Nur Ahmadibrata.

 

Delapan tahun Azil Aswar telah mendesain RRI Jambi hingga berakhir pada tahun 1975 kemudian dipindahtugaskan ke RRI Pekan Baru, Riau.

Kepala RRI Jambi selanjutnya dijabat oleh Amiruddin Siahaan sebagai kepala RRI Jambi ke-4 yang sebelumnya sebagai kepala seksi siaran RRI Banda Aceh.

Di masa kepemimpinannya ia telah membangun gedung pemancar, serta 4 buah rumah dinas di atas tanah seluas 10 hektar di Mendalo yang diresmikan oleh: Menteri Perdagangan Radius Prawiro, 20 April 1976. Pada tahun yang sama juga telah membangun satu buah rumah dinas kepala stasiun dan satu buah rumah dinas operator di Sipin.

Pada tahun 1981 Amirudin Siahaan berakhir masa jabatannya di Jambi, dan ia digantikan oleh Syair Siak, BA sebagai kepala RRI Jambi yang ke-5 yang sebelumnya menjabat kepala Seksi Siaran RRI Padang. Di masa kepemimpinan Syair Siak melanjutkan pembangunan gedung auditorium berlantai 2, dengan berbagai fasilitas dan berkapasitas 500 tempat duduk yang diresmikan oleh Menteri Penerangan H. Harmoko tanggal 1 April 1984 sekaligus peresmian operasional siaran RRI Jambi 24 jam terus menerus, juga pada tahun yang sama membangun studio rekaman dan studio penyiaran. 6 tahun kemudian 1987, Syair Siak dipindahtugaskan ke RRI Bukit Tinggi.

Waktu terus berputar, ada masa datang dan ada masa berlalu. Drs. H. Ali Imran yang sebelumnya menjabat sebagai kepala RRI Ambon, pada tahun 1987 ia menjabat sebagai Kepala Jambi yang ke-6. Dan berakhir pada tahun 1990, Drs. H. Ali Imran dipindahtugaskan ke Jakarta membidangi siaran khusus luar negeri.

Kemudian RRI Jambi selanjutnya dipimpin oleh Marlis Ramali, yang sebelumnya kepala seksi pemberitaan RRI Pekan Baru. Dan di masa kepemimpinannya sebagai Kepala RRI Jambi 1990-1993, Marlis Ramali telah membangun serambi depan kantor RRI Jambi, yang kemudian ia dialihtugaskan ke RRI Padang.

Alih tugas di kalangan pemerintahan merupakan suatu hal yang lumrah. Selain untuk mengatasi kejenuhan juga sebagai upaya untuk memotifasi dan meningkatkan prestasi dan karir.

Pada tahun 1993 Adjuzar Tjang Abbas dipercaya memimpin RRI Jambi sebagai kepala stasiun ke-8 yang sebelumnya sebagai kepala RRI Bogor. Di masa kepemimpinannya, RRI Jambi selangkah lebih maju dengan adanya berbagai bantuan peralatan studio pemancar dari Austria.

Berbagai ide dan gagasan pun menyeruak dalam benaknya Tjang Abbas. Demikian juga berbagai kemasan acara diraciknya. Setelah membuka siaran Pro-2 dengan tower setinggi 50 meter di Telanai Pura. Kemudian membenahi gedung drama dan studio multimedia, juga perangkat rekaman, sekaligus peralatan musik band. Pengadaan mobil OBIVEN khusus siaran luar, pengadaan studio EQUIKMEN. Membangun ruang perlengkapan dan pemberitaan, berlantai 2 dan satu mushola di kompleks kantor RRI Jambi.. Tahun 1995 Adjuzar Tjang Abbas dialihtugaskan ke RRI Lampung.

Kepala RRI Jambi berikutnya Buhari Muhammad menjabat sebagai kepala RRI Jambi ke-9 yang sebelumnya menjabat Kepala RRI Bukit Tinggi. Dalam kepemimpinannya, Buhari telah mendirikan 2 buah tower 75 meter dan 40 meter terpancang di Mendalo. Selain pembenahan lainnya termasuk membangun Pos Penjagaan, Buhari Muhammad merespon pengembangan seni budaya hingga Ia menghadirkan alat musik tradisional tepat pada Hari Jadi Ke- .... RRI Jambi tahun 1996. Dan pada hari Bakti Radio tahun1997 RRI Jambi meraih prestasi juara 1 SUARA KENCANA..

Tahun 1998 Buhari Muhammad berakhir tugas di RRI Jambi. Kemudian hadir H. Rozakim, SH. menjadi kepala RRI Jambi ke-10 yang sebelumnya menjabat kepala RRI Tanjung Pinang Riau. Dua tahun kemudian H. Rozakim, SH. beralihtugas. Kepala RRI Jambi dilanjutkan oleh H. Syafri Rais, S. Sos sebagai kepala RRI ke-11. yang sebelumnya kepala RRI Loksmauwe dan ia bertugas di Jambi hingga 2004. dialihtugaskan ke Pekan Baru.

Kepala RRI Jambi selanjutnya dijabat oleh Sudirman, S.W sebagai kepala RRI Jambi ke-12. Beliau adalah pejabat SPI Pusat. Saat kepemimpinannya Sudirman,S.W berkesempatan merehab gedung kantor, gedung pemancar, gedung auditorium, dan gedung deisel sekaligus penambahan peralatan pamancar operasional..

Tahun 2007 Sudirman,S.W berakhir. Sementara itu Syaiful Anwar, SH / Kabag TU RRI Jambi sementara sebagai pelaksana tugas.

Tidak lama kemudian Direktur Utama RRI, Parni Hadi mempercayakan Drs. Marudut Edison Pandiangan sebagai Kepala RRI Jambi ke-13.. Marudut Edison Pandiangan merupakan sosok cerdas dan sedikit seniman, sebelumnya ia sebagai kepala RRI Sibolga, Sumatera Utara..

Lebih kurang 4 tahun Marudut Ediso mengelola RRI Jambi, berbagai pembenahan dilakukan demi kelancaran dan kesempurnaan penyiaran, termasuk membenahi tower Telanai dan Mendalo. Melakukan kerjasama dengan Elektronik ESIA dan ANTV. pengembangan sistem komputerisasi pada setiap seksi..

Marudut EdisoN bergegas mengembangkan berbagai kegiatan budaya yang melibatkan para penggiat kesenian tradisi dan kesenian modern di kalangan generasi muda Jambi, hingga terhimpun Musisi Muda Jambi 2009, hingga sekarang, Terhimpun juga Komunitas Pemerhati Siaran RRI Jambi.. Kepemilikan masyarakat terhadap keberadaan RRI semakin tampak atas adanya gelar siar budaya antar etnis. Juga telah terhimpun Komunitas Budaya Nusantara (KBN-RRI Jambi) hingga sekarang..

SUYONO WASIH, SH, MM

4 tahun kemudian setelah Drs. Marudut Edison Pandiangan.. Kini hadir Suyono Wasis, SH. MM ..Pemimpin RRI Jambi ke-14.

Cerdas, cekatan, sigap pada setiap kondisi, dan responsip terhadap usulan-usulan kreatif dari siapapun.. Dia-lah Suyono Wasis.

Keterlibatannya sebagai pewara, presenter, broadkester, peliput, dan juga sebagai jurnlis, sudah terlalu lebar daratan yang telah dijajaki Suyono Wasis. Dan sebelum berangkat ke Jambi, cukup lama Ia bermukim di Meulaboh, Aceh Utara sebagai kepala RRI Meulaboh.. Kini, Ia tengah mengaplikasikan berbagai gagasannya di RRI Jambi..

Kehadirannya diawali dengan bersilaturahim dengan keluarga besar RRI Jambi, tak terkecuali dengan para purna tugas RRI Jambi.. Ia menyebutnya “inilah titik pembangunan dan pengembangan sebuah intsitusi, Silaturahim”..

Selanjutnya Suyono melakukan berbagai kerjasama dengan berbagai instansi lainnya: Kerjasama dengan Polda Jambi di bidang penyiaran informasi Patroli serta berbagai kegiatan pelayanan masyarakat.. Kerjasama dengan Lembaga Penyandang anak cacat di Jambi.. Melakukan Penandatangan MoU di bidang surfei kelayakan siaran RRI Jambi dengan IAIN Sultah Thaha Jambi.. Mengadakan kerjasama dengan Pemda Kabupaten Kota di Provinsi Jambi..

Demikian juga di Bidang Darma Wanita Ia merekomendasikan atas berbagai kegiatan kewanitaan termasuk Kegiatan Perempuan menanam pohon yang disertai bersama Gubernur dan Direktur RRI.

Setelah membangun Loby Ruang Tunggu Narasumber yang diresmikan oleh Direktur Utama LPP RRI, Dra. Rosita Niken Widiastuti, M.Si pada tanggal 5 April 2012. Kemudian mengaktifkan Siaran Audio Strimeing www.rri.jambi.com.

Penerapkan kedisiplinan karyawan RRI Jambi untuk aktif mengikuti apel sekali sebulan dan olahraga bersama.

Penataan kembali acara-acara yang melibatkan publik.

Mengaktifkan Streaming RRI dan mendesain Studio Pro 2

Membangun ruang tunggu narasumber yang diresmikan oleh Dirut RRI April 2011.. Membangun gapura masuk dan keluar Gedung RRI Jambi.

Pada Rangkaian Hari Radio 67 “Indonesia Berdonor” kerjasama dengan PMI, Dinas Kesehatan, BKKBN. Dihadiri oleh berbagai Perguruan Tinggi, Polda Jambi, TNI Ga-Pu 042 Garuda Putih. Dan Beberapa Instansi Kota dan Provinsi Jambi.

Suara Kencana Hari RAdio-67 RRI Jambi meraih Juara III dalam Investigas Berita. 2012

Tahun 2013 RRI Jambi dipercaya sebagai tuan rumah “Jambore Siaran Nasional” JAMSINAS 13- 2013

Disusun oleh : Mahmud Al Mahdaly

Sumber Teks Dowloaad : https://ppid.rri.go.id/dokumen/data/14418

Howard Carter, Penemu Makam Firaun

Oktober 01, 2010
Howard Carter, Penemu Makam Firaun di Logo Google

Sejarah Mesin Uap

Oktober 01, 2010
1.1 Hero (10-70)
Catatan paling awal dari sejarah teknologi mesin uap dapat kita lihat ke kota Alexandria pada tahun 75. Disana terdapat seorang ahli matematika bernama Hero, yang juga dikenal dengan nama “Heros atau “Heron” yang menulis tiga buku tentang mekanik dan sifat-sifat udara serta memperkenalkan rancangan dari mesin uap sederhana.

Thomas Alva Edison, penemu bola lampu modern

Oktober 01, 2010

Thomas Alva Edison

Thomas Alva Edison (lahir 11 Februari 1847 – meninggal 18 Oktober 1931 pada umur 84 tahun) adalah penemu dan pengusaha yang mengembangkan banyak peralatan penting. Si Penyihir Menlo Park ini merupakan salah seorang penemu pertama yang menerapkan prinsip produksi massal pada proses penemuan.

Sejarah TVRI dan Streaming TVRI

Desember 13, 2009

Sejarah TVRI

SEJARAH
  • Televisi Republik Indonesia (TVRI) merupakan lembaga penyiaran yang menyandang nama negara mengandung arti bahwa dengan nama tersebut siarannya ditujukan untuk kepentingan negara. Sejak berdirinya tanggal 24 Agustus 1962, TVRI mengemban tugas sebagai televisi yang mengangkat citra bangsa melalui penyelenggaraan penyiaran peristiwa yang berskala internasional, mendorong kemajuan kehidupan masyarakat serta sebagai perekat sosial.

Sekilas Tentang TRANS7

Desember 13, 2009

Sekilas Tentang TRANS7

TRANS7 dengan komitmen menyajikan tayangan berupa informasi dan hiburan, menghiasi layar kaca di ruang keluarga pemirsa Indonesia. Berawal dari kerjasama strategis antara
Para Group dan Kelompok Kompas Gramedia (KKG) pada tanggal 4 Agustus 2006, TRANS7 lahir sebagai sebuah stasiun swasta yang menyajikan tayangan yang mengutamakan kecerdasan, ketajaman, kehangatan penuh hiburan serta kepribadian yang aktif.

Sekilas Tentang TRANS TV

Desember 12, 2009

Sekilas Tentang TRANS TV


PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) merupakan perusahaan yang dimiliki oleh TRANS CORPORATION, yang juga merupakan pemilik dari TRANS 7.

Sejarah
  • Memperoleh ijin siaran pada bulan Oktober 1998 setelah dinyatakan lulus dari ujian kelayakan yang dilakukan tim antar departemen pemerintah, maka sejak tanggal 15 Desember 2001, TRANS TV memulai siaran secara resmi.

Sekilas Metro TV

Desember 12, 2009

Sekilas Metro TV


MetroTV adalah sebuah stasiun televisi swasta Indonesia yang didirikan oleh PT Media Televisi Indonesia. Stasiun ini resmi mengudara sejak 25 November 2000 di Jakarta.

Sejarah
PT Media Televisi Indonesia merupakan anak perusahaan dari Media Group, suatu kelompok usaha media yang dipimpin oleh Surya Paloh, yang juga merupakan pemilik surat kabar Media Indonesia. PT Media Televisi Indonesia memperoleh izin penyiaran atas nama "MetroTV" pada tanggal 25 Oktober 1999.

Sejarah Indosiar

Desember 12, 2009

Sejarah Indosiar


Indosiar adalah salah satu stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. Stasiun televisi ini beroperasi dari Daan Mogot, Jakarta Barat Stasiun siaran media televisi gelombang beroperasi dari Jakarta sejak tahun 1994. Indosiar didirikan dan dikuasai oleh Grup Salim
melalui PT Indosiar Karya Media Tbk yang tercatat di Bursa Efek Jakarta. Jakarta eksport sukses yaitu ; Indofood, Indo Es Krim Meiji, Indomilk, Indomobil, Indobakeri,Bintang 7, Merak Djinggo, Indocement, Astra International, Sinarmas, dan Indoroti.

Profile Global TV

Desember 12, 2009

Profile Global TV


Global TV adalah salah satu stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. Global TV awalnya hanyalah stasiun televisi swasta lokal di Jakarta dan belakangan meluaskan
siaran ke 5 kota besar luar Jakarta. Global TV memiliki hak siar atas liga balap paling bergengsi di dunia, Formula 1, dan kejuaraan dunia balap antar negara, A1. Kedua ajang ini disiarkan Global TV sendirian. Global TV juga memiliki hak siar dalam ajang sepak bola terbesar sedunia tahun 2008, Euro 2008, bersama RCTI dan TPI. Direktur Utama Global TV saat ini adalah Daniel Tatang Hartono yang merupakan mantan Direktur Keuangan RCTI.

Tentang AnTV

Desember 12, 2009

Tentang AnTV


PT Cakrawala Andalas Televisi atau yang lebih dikenal dengan sebutan ANTV hadir sebagai stasiun televisi swasta di Indonesia yang menyajikan beragam tayangan hiburan yang berkualitas, menarik serta menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat Indonesia. Awalnya ANTV adalah stasiun televisi lokal yang siaran di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Sejarah Tentang SCTV

Desember 12, 2009

Sejarah Tentang SCTV


Bermula dari Jl. Darmo Permai, Surabaya, Agustus 1990, siaran SCTV diterima secara terbatas untuk wilayah Gerbang Kertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoardjo dan Lamongan) yang mengacu pada izin Departemen Penerangan No. 1415/RTF/K/IX/1989 dan SK No. 150/SP/DIR/TV/1990. Satu tahun kemudian, 1991, pancaran siaran SCTV meluas mencapai Pulau Dewata, Bali dan sekitarnya.

Sekilas Tentang RCTI

Desember 12, 2009

Sekilas Tentang RCTI


Tanggal 24 Agustus 1989 sebuah catatan penting digoreskan dalam lembaran sejarah pertelevisian Indonesia, stasiun televisi swasta pertama di Indonesia, RCTI, mulai mengudara secara terrestrial di Jakarta. Menayangkan berbagai program acara hiburan, informasi dan berita yang dikemas dengan menarik. RCTI tumbuh dengan cepat menjadi agen perubahan dan pembaharu dalam dinamika sosial masyarakat di Indonesia.

Sekilas Tentang RRI Surakarta

November 12, 2009

Sekilas Tentang RRI Surakarta


Sejarah RRI Surakarta

Tahun 1925 di Surakarta terdapat perkumpulan kesenian Jawa, dengan nama Javaanese Kunstkring Mardi Raras Mangkunegaran. Mempunyai Pemancar Radio Ketimuran bernama : Perkumpulan Kerawitan Mardi Raras Mangkunegaran, yang disingkat dengan PK2MN dibawah asuhan Sri Paduka Mangkunegoro VII.

Sekilas Sejarah RRI Ambon

November 11, 2009

Sekilas Sejarah RRI Ambon


RRI AMBON RESMI DIDIRIKAN, IKUT MENCIPTAKAN TETAP TEGAKNYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
Tanggal 22 Desember 1950, RRI Studio Ambon diresmikan berdirinya disaksikan oleh para pembesar Militer dan Sipil. KAPTEN W. CHR. RISAKOTTA Dipercayakan sebagai Kepala Studio Yang Pertama. Hadirlah RRI Ambon di atas Puing – Puing korban perang dan gugurnya para Pahlawan Pembela dan penegak Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sekilas Tentang RRI Yogyakarta

November 11, 2009

Sekilas Tentang RRI Yogyakarta


Telusur Sejenak Jejak RRI Jogja Masa Lalu

KBRN, Yogyakarta: Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta konon terlahir dari kerasnya ‘batu granit’ di masa penjajahan Hindia Belanda. Betapa tidak, keberadaan radio waktu itu hanya boleh menyuarakan kepentingan pemerintah kolonialisme.

Sebelum menjadi RRI, stasiun radio ini bernama Mataramsche Vereeniging voor Radio Omroep (MAVRO) dan resmi mengudara di Yogyakarta pada Februari 1934. 

“Penting bagi generasi muda untuk memahami perjalanan sejarah RRI Yogyakarta,” kata Eko Hariansyah, generasi muda yang bekerja sebagai pegawai RRI Yogyakarta, Sabtu (5/8/2023).

Kepada rri.co.id, ia mengirimkan secarik kata yang diambilnya dari @arsipnasionalri, sekaligus mengaku kagum dengan sosok Sri Sultan HB VIII dalam perannya terhadap perjalanan jatuh bangunnya radio siaran di masa lalu.

Waktu itu, MAVRO semakin berkembang dengan bantuan finansial dari Sultan Hamengkubuwono VIII. Pada masa itu terdapat dua studio untuk penyiaran yaitu di Kepatihan untuk sore hari dan di Ndalem Ngabean untuk siaran malam. 


  • LIVE STREAMING RRI YOGYAKARTA



  • LIVE STREAMING RRI YOGYAKARTA



    PRO.1 YOGYAKARTA

Kejayaan MAVRO terhenti pada masa pendudukan Jepang. Kedudukan radio lokal Yogyakarta tersebut berada langsung di bawah kendali radio Jepang Hosokyoku.  

Pasca kemerdekaan para pejuang merebut kembali Hosokyoku dan mengganti namanya menjadi Radio Republik Indonesia pada 11 September 1945.  Meski begitu, perjalanan radio bernama RRI itu pun mengalami pasang surut, jatuh bangun dan menjadi rebutan sebagai alat propaganda.  

Eko Hariansyah mengaku terketuk dengan informasi yang diunggah oleh @arsipnasionalri, karena pada hari itu bersamaan dengan hari siaran di RRI Yogyakarta pada 5 Agustus 1953.

"Info dan arsip bersejarah seperti ini perlu sering dipublikasikan sebagai edukasi dan sumber pengetahuan untuk generasi muda," lanjutnya.

Dalam unggahan @arsipnasionalri juga ditulis, RRI berperan penting dalam masa revolusi fisik sebagai sarana penghubung antara pemerintah dan rakyat, perlawanan terhadap propaganda Belanda dan menyampaikan kabar perjuangan ke dunia Internasional. 

RRI Yogyakarta kemudian mendapatkan status Nusantara II pada tahun 1953 dan berada di bawah koordinasi Kementerian Penerangan RI (waktu itu) dan kini menjadi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI di bawah Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).
  
Sumber : https://www.rri.co.id/lain-lain/310547/telusur-sejenak-jejak-rri-jogja-masa-lalu

Tentang RRI Malang

November 11, 2009

Tentang RRI Malang


Siaran radio di Indonesia pertama kali dikenal masyarakat sekitar tahun 1920 sejalan dengan perkembangan penjajahan Belanda di Indonesia saat itu. Belanda berhasil mendirikan pemancar radio telegraf di negeri Belanda, kemudian ditingkatkan menjadi radio telefoni.

Sekilas Tentang RRI Samarinda

November 11, 2009

Sekilas Tentang RRI Samarinda


RRI Samarinda adalah salah satu cabang stasiun radio milik Radio Republik Indonesia. Yang menjangkau 85% wilayah Kalimantan timur. Saat ini RRI samarinda di pimpin oleh Bapak Drs. Hendro Prasetyo. RRi Samarinda menyiarkan 3 paket siaran yaitu Pro 1, Pro 2, dan Pro3.

RRI Samarinda secara historis lahir pada tanggal 20 mei 1954 memiliki catatan dan nilai sejarah tersendiri di antara 53 stasiun penyiaran RRI yang ada sekarang di Indonesia, dengan kekuatan pemancar hanya 250 Watt serta personil yang sangat minim, nahkan gedungpun berstatus izin pakai dari Kepala Daerah Kutai.

Sejarah RRI Cabang Makassar

November 11, 2009
Tentara Jepang ketika pertama kali menduduki pertama kali kota Makassar pada tanggal 8 Desember 1942 adalah langsung mendirikan statiun radio. Siaran pertamanya berupa pidato radio dari Laksamana Suddo Kane Omi (Pejabat Angkatan Lain Dai Nippon).

Studio radio siaran ini menempati salah satu rumah di tepi Pantai Losari, tepatnya di Jalan Rajawali No. 2 Makassar, menyita rumah milik H. Lala, seorang kontraktor bangunan. Statiun CAll-nya Makassaru Hozo Kyoku disingkat MHK. Materi siarannya berupa propoganda Jepang. Konon, Radio MHK ini adalah radio siaran pertama di kawasan indonesia timur indonesia.

Sejarah , Visi dan Misi RRI Jakarta

November 10, 2009
Sejarah
"SEJARAH RRI Jakarta" 
Visi dan Misi
VISI

  • Mewujudkan LPP RRI sebagai radio berjaringan terluas, pembangun karakter bangsa berkelas dunia.

MISI

  • Memberikan pelayanan informasi yang terpercaya yang dapat menjadi acuan dan sarana kontrol sosial masyarakat dengan memperhatikan kode etik jurnalistik dan kode ertik penyiaran. 
  • Menyelenggarakan siaran pendidikan untuk mencerahkan, mencerdaskan, dan memperdayakan serta mendorong kreatifitas masyarakat dalam kerangka membangun karakter bangsa. 
  • Menyelenggarakan siaran yang bertujuan menggali, melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa, 
  • memberikan hiburan yang sehat bagi keluarga, membentuk budi pekerti dan jati diri bangsa ditengah arus globalisasi. 
  • Menyelenggarakan program siaran yang berprespektif gender yang sesuai dengan budaya bangsa dan melayani kebutuhan kelompok minoritas. 
  • Memperkuat program siaran di wilayah perbatasan untuk menjaga kedaulatan NKRI. 
  • Meningkatkan kualitas siaran luar negeri dengan program siaran yang mencerminkan politik negara dan citra positif bangsa. 
  • Meningkatkan partisipasi publik dalam proses penyelenggaraan siaran mulai dari tahap perencenaan, pelaksanaan hingga evaluasi program siaran. 
  • Meningkatkan kualitas audio dan memperluas jangkauan siaran secara nasional dan internasional dengan mengoptimalkan sumber daya teknologi yang ada dan mengadaptasi perkembangan teknologi penyiaran serta mengefesienkan pengelolaan operasional maupun pemeliharaan perangkat teknik. 
  • Mengembangkan organisasi yang dinamis, efektif dan efesien dengan system manajemen sember daya (SDM, keuangan, asset, informasi dan operasional) berbasis teknologi informasi dalam rangka mewujudkan tata kelola lembaga yang baik (Good Corporate Governance). 
  • Memperluas jejaring dan kerjasama dengan berbagai lembaga di dalam dan luar negeri yang saling memperkuat dan mengutamakan.
  • Memberikan pelayanan-pelayanan jasa yang terkait dengan penggunaan dan pemanfaatan asset Negara secara profesional dan akuntabel serta menggali sumber-sumber penerimaan lain untuk mendukung operasional siaran dan meningkatkan kesejahteraan pegawai. 

Sumber : https://rrijakarta.com/

Semoga bermanfaat bagi pembaca semua !
Diberdayakan oleh Blogger.